Polisi Tangkap Dua Pelaku Peretas Laman Setkab, 650 Website Jadi Korban


 

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Slamet Uliandi mengatakan, telah berhasil menangkap dua orang remaja terduga peretas laman website Setkab https://setkab.go.id/. Dua terduga itu berinisial ZYY dan Lutfifakee.

"Pelaku masih berusia belasan tahun. Kedua pelaku ditangkap di dua tempat berbeda di Sumatera Barat," ujarnya dalam slot online terpercaya siaran pers yang diterima, Minggu (8/8).

Slamet menjelaskan, penangkapan pelaku pertama pada 5 Agustus 2021 di Tabing Bandar Gadang kota Padang judi slot online. Pelaku kedua ditangkap keesokan harinya di Pasar Baru Nagari Sungai Rumbai Dharmasraya.

Dalam pemeriksaan sementara, motif peretasan untuk memperoleh keuntungan ekonomi dengan menjual script backdoor dari website.menyebutkan, bahwa adanya kelemahan pada sistem keamanan website milik pemerintah terjadi karena kelengahan operatornya.

BACA JUGA : 

Situs Setkab Kembali Pulih Usai Diretas 2 Remaja Sumatera Barat


"Kelengahan itu seperti log in di tempat publik, sehingga jaringannya tidak aman. Hal ini memang memerlukan kehati-hatian, terlebih dalam suasana PPKM masih bekerja di luar kantor," terangnya.

"Pada 30 Juli lalu, pelaku melakukan defacing website Setkab dengan cara merubah tampilan website tidak semestinya. Sehingga website tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya dengan bertuliskan PWNED BY ZYY FEAT LUTFIFAKE," sambungnya.

Dalam penangkapan ini, pelaku bukan pertama kali melakukan kejahatan defacing website. Pelaku sudah meretas website sebanyak 650 website dalam negeri maupun luar negeri.

"Pelaku yang tergabung dalam komunitas Padang BlackHat ini mengakui sudah melakukan peretasan terhadap 650 website. Rata-rata menyasar situs perusahaan dan situs pemerintah," ujar Slamet.

Hal itu kemudian disesuaikan dengan forensik terhadap barang bukti yang kini diamankan. Diantara barang bukti itu berupa satu buah Laptop 14 inchi merek Axioo seri Neon model HNM dan 1 satu buah handphone merek Oppo Reno 5F dari pelaku pertama. Dari pelaku kedua diamankan satu buah handphone merek Samsung seri Galaxy A11 warna hitam; satu buah handphone merek Redmi Note 5 warna rosegold; dan satu unit laptop merek Notebook Asus warna silver.

"Kami cocokkan pengakuan dengan digital forensik terhadap barang bukti yang ditemukan," tegasnya.

Lebih lanjut ia mengingatkan, masyarakat agar senantiasa menjaga sistem keamanan website dan data. Dalam era terbukanya informasi, teknologi IT dapat diperoleh masyarakat dengan mudah di dunia maya. Sehingga siapa pun dapat memanfaatkan kemampuan tersebut untuk melakukan kejahatan.

"Kembali ke orangnya, mau memanfaatkan pengetahuan TI untuk hal baik atau untuk hal jahat. Makanya penting masyarakat menjaga keamanan data," pungkas Slamet.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tamārī manapasanda ŏnalā'ina slōṭa sā'iṭa para nōndhaṇī karō

Dicas poderosas para jogar em sites de cassino online pink4d

Techniques cum Certandi Online Poker Alea slot online pulsa