Kronologi dan Motif Peretasan Situs Setkab oleh Dua Remaja
Situs Sekretariat Kabinet yang beralamat Setkab.go.id mengalami peretasan pada 30 Juli 2021. Hari itu, situs Setkab tak bisa diakses qqcitybet bandar slot deposit pulsa dan berubah tampilan menjadi hitam dengan foto yang menampilkan demonstran membawa bendera merah putih.
Di bawahnya tertulis keterangan: "Padang Blackhat ll Anon Illusion Team Pwned By Zyy Ft Luthfifake". Berselang beberapa hari kemudian qqcitybet taruhan slot pulsa terpercaya, seorang pelakunya, yaitu BS alias ZYY (18) ditangkap di Tabing Banda Gadang, Nanggalo, Kota Padang, Sumatera Barat pada 5 Agustus 2021. Pelaku berikutnya, ML (17) ditangkap di Kecamatan Rumbai,
Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat pada 6 Agustus 2021. Baca juga: Sempat Pulih Setelah Diretas, Situs Setkab Masih Dapat Serangan Siber Dari keduanya, polisi menyita barang bukti berupa dua unit laptop dan tiga unit ponsel. Saat ini, status keduanya sebagai tersangka. Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan menyatakan, BS diamankan di Bareskrim Polri. Sementara itu,
ML diamankan di Balai Pemasyarakatan Anak di Cipayung, Jakarta Timur. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan qqcitybet taruhan slot online email "BS diamankan di Bareskrim Polri, sedangkaan ML diamankan dan ditipkan di Bapas Anak di Cipayung, Jakarta Timur," kata Ramadhan dalam konferensi pers yang digelar daring, Senin (9/8/2021).
Baca juga: Setkab Pastikan Tak Ada Dokumen Rahasia pada Situs yang Diretas Diduga cari keuntungan ekonomi Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Pol Agus Andrianto menduga peretasan terjadi akibat kelemahan pada sistem keamanan dan kelengahan operator. Hal ini berdasarkan hasil penyelidikan sementara.
baca juga :
Diversi Selesai, Ini Sanksi bagi Tersangka Peretas Situs Setkab
"Kelengahan itu seperti login di tempat publik, sehingga jaringannya tidak aman. Hal ini memang memerlukan kehati-hatian, terlebih dalam suasana PPKM masih bekerja di luar kantor," ujar Agus dalam keterangannya. Baca juga: Kabareskrim Duga Situs Setkab Diretas akibat Sistem Lemah dan Operator Lengah Lihat Foto
Ilustrasi hacker(Shutterstock) Polisi pun menduga motif peretasan demi mendapatkan keuntungan ekonomi. Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi mengatakan, peretas bertujuan menjual script backdoor dari website yang jadi target kepada orang yang membutuhkan. "Diduga motif peretasan untuk memperoleh keuntungan ekonomi dengan menjual script backdoor dari website," kata dia. Baca juga: Bareskrim Duga Motif Peretas Situs Setkab untuk Keuntungan Ekonomi Disangka dengan UU ITE Atas perbuatannya,
kedua tersangka dikenakan Pasal 46 ayat (1) ayat (2) dan ayat (3) Jo Pasal 30 ayat (1) ayat (2) ayat (3), Pasal 48 ayat (1) Jo Pasal 32 ayat (1), Pasal 90 Jo Pasal 33 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Salah seorang tersangka, yaitu ML (17), diamankan di Balai Pemasyarakatan Anak di Cipayung, Jakarta Timur. Sedangkan satu tersangka lainnya yaitu BS alias ZYY (18) ditahan di Bareskrim Polri. Baca juga: Polri: Seorang Tersangka Peretas Situs Setkab Dititipkan ke Bapas Anak Saat ini, situs Setkab sudah kembali, tetapi dalam perbaikan atau maintenance
sehingga belum beroperasi seperti biasa. Pada muka situs Setkab, diumumkan bahwa saat ini sedang ada perbaruan (update) sistem. Deputi Dukungan Kerja Kabinet Setkab Thanon Aria Dewangga memastikan tidak ada dokumen rahasia pada situs Setkab. Thanon mengatakan, situs setkab.go.id berisi informasi mengenai kegiatan presiden maupun pemerintahan. Karena itu, data-data dan informasi yang sifatnya penting dipastikan aman. "Data-data yang ada di dalam website sejauh ini Alhamdulillah masih sangat aman," kata Thanon. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Komentar
Posting Komentar